Pentingnya Menghitung Masa Subur untuk Rencana Kehamilan

Masa SuburMasa Subur

BeritaKesehatan.com – Mengapa penting bagi wanita untuk menghitung masa subur? Setelah haid, wanita diwajibkan untuk menghitung atau memperkirakan masa suburnya. Hal itu adalah salah satu cara untuk memiliki keturunan. Catatan periode saat haid sangat penting untuk menunjang program perencanaan kehamilan. Siklus haid yang normal terjadi dalam rentang waktu 21-35 hari. Sel telur pada ovarium akan berkembang pada saat haid. Sel telur yang sudah siap akan dilepaskan dan terjadilah ovulasi. Waktu ovulasi yang dialami oleh tiap wanita memang berbeda. Itu mengapa sangat penting untuk mengetahui masa subur. Lalu kapan Anda mengetahui bahwa Anda sedang dalam masa subur?

Pentingnya Menghitung Masa Subur
Biasanya, masa subur dialami kira-kira 5 hari sebelum ovulasi terjadi. Secara umum, masa subur wanita adalah 12-16 hari sebelum haid berikutnya. Itu berarti, masa subur yang dialami adalah sekitar 10-17 hari setelah hari pertama pada masa haid sebelumnya. Karena siklus menstruasi pada tiap wanita berbeda-beda, untuk itu Anda bisa mempelajari dan menghitung sendiri masa subur Anda. Masa haid yang tidak selalu sama membuat terjadinya ovulasi menjadi berbeda, bisa lebih cepat atau lebih lambat. Namun, selain ovulasi, kehamilan juga bergantung pada kemampuan sperma membuahi sel telur. Pembuahan sel telur yang sudah matang minimal harus terjadi selama kurang lebih 12-24 jam.

Untuk itu, Anda harus belajar menghitung sendiri masa subur Anda. Biasanya, masa subur dapat dihitung minimal 8 bulan terakhir berdasarkan catatan periode masa haid. Cara menghitung masa subur bisa dengan menerapkan rumus berikut ini:

Siklus terpanjang
Kenalilah siklus haid Anda yang paling panjang/lama. Sebagai contoh, ambil 30 hari, lalu kurangi angka tersebut dengan 11 sehingga hasil yang didapat adalah 19. Pada saat itulah hari terakhir saat Anda paling subur.

Siklus terpendek
Kenalilah siklus haid Anda yang paling singkat/pendek. Sebagai contoh, ambil 27 hari, lalu kurangi angka tersebut dengan 18 sehingga hasil yang didapat adalah 9. Pada angka itulah saat dimana Anda mengalami masa paling subur.
Dari perhitungan langkah menghitung masa subur tersebut diatas, dapat disimpulkan jika siklus haid Anda adalah 27-30 hari, maka masa subur Anda dimulai dari hari ke-9 sampai dengan hari ke-19.

Namun, jika Anda merasa ragu, berikut beberapa indikator yang dapat memperkuat masa subur Anda:
1. Meningkatnya suhu basal
Suhu basal adalah suhu normal tubuh di pagi hari yaitu 35,5 – 36,6 derajat celcius. Jika suhu tubuh Anda meningkat, itu menandakan Anda sedang mengalami ovulasi dalam 1-2 hari terakhir.
2. Lebih bergairah
Pada saat masa subur, seorang wanita biasanya akan lebih bersemangat dan lebih bergairah.
3. Mulut rahim berlendir
Perubahan lendir yang terjadi pada mulut rahim dikarenakan kadar hormon estrogen pada tubuh. Hal ini juga memungkinkan terjadinya ovulasi. Jika cairan lendir pada dinding rahim Anda memiliki warna bening, elastis, dan licin hampir menyerupai telur mentah, pada saat itulah Anda berada dalam masa yang paling subur. Cairan inilah yang akan menghantarkan sperma menuju sel telur.
4. Nyeri pada perut dan punggung
Rasa nyeri pada perut ataupun punggung tidak dialami oleh setiap wanita. Hanya beberapa wanita saja yang mengalami rasa sakit ini ketika ovulasi terjadi. Namun demikian, rasa sakit ini juga merupakan salah satu pertanda kesuburan Anda.

Bagi Anda yang ingin belajar menghitung masa subur, semoga informasi yang disampaikan di atas dapat membantu sehingga Anda dapat merencanakan kehamilan dengan lancar. (Eve)

FacebookTwitterGoogle+PinterestLinkedInWhatsAppLine